Canon EOS 5D Mark IV merupakan salah satu kamera DSLR full frame yang memiliki posisi penting dalam perjalanan fotografi digital. Kamera ini diperkenalkan pada September 2016 sebagai penerus EOS 5D Mark III, membawa sensor beresolusi lebih tinggi, sistem fokus yang diperluas, pemotretan beruntun lebih cepat, serta kemampuan video 4K. Hampir satu dekade setelah peluncurannya, spesifikasinya masih mampu menjawab kebutuhan fotografer pernikahan, jurnalistik, potret, lanskap, dokumentasi, hingga produksi video tertentu.
Dalam catatan peringatan 20 tahun seri EOS 5, Canon menyebut EOS 5D Mark IV sebagai model yang menyeimbangkan jumlah piksel tinggi, kecepatan pemotretan, dan sensitivitas. Penempatan tersebut menjelaskan karakter kamera ini sejak awal. Canon tidak menjadikannya kamera dengan resolusi paling besar atau kecepatan tertinggi, melainkan perangkat serbaguna yang dapat dipakai dalam banyak jenis pekerjaan.
Sensor 30,4 Megapiksel Menawarkan Ruang Olah yang Luas
Kekuatan utama EOS 5D Mark IV berada pada sensor CMOS full frame berukuran sekitar 36 x 24 milimeter dengan resolusi efektif 30,4 megapiksel. Resolusi ini menghasilkan foto berukuran 6720 x 4480 piksel ketika pengguna memilih berkas RAW atau JPEG terbesar. Jumlah tersebut cukup besar untuk pencetakan, kebutuhan editorial, foto komersial, serta pemotongan gambar tanpa langsung kehilangan terlalu banyak detail.
Sensor full frame memberi ruang lebih luas untuk mengatur kedalaman bidang, terutama saat kamera dipasangkan dengan lensa berbukaan besar. Fotografer potret dapat memperoleh pemisahan subjek yang lembut, sedangkan fotografer lanskap mempunyai cukup informasi untuk mengolah tekstur pepohonan, bebatuan, bangunan, dan langit.
Berkas RAW 14 bit memberikan keluwesan lebih besar saat memperbaiki pencahayaan dan warna. Informasi gambar yang tersimpan memungkinkan fotografer mengatur kembali area terang, bayangan, keseimbangan putih, ketajaman, dan karakter warna selama penyuntingan.
“Keunggulan EOS 5D Mark IV bukan terletak pada satu angka yang paling tinggi, melainkan keseimbangan antara resolusi, karakter warna, kecepatan, dan kendali kerja.”
Resolusi 30,4 megapiksel juga tidak terlalu membebani penyimpanan dibandingkan kamera beresolusi 45 atau 50 megapiksel. Fotografer tetap memperoleh detail tinggi tanpa harus selalu menyediakan komputer dengan kemampuan sangat besar untuk menyeleksi dan mengolah ribuan foto.
DIGIC 6 Plus Menjaga Proses Pemotretan Tetap Responsif
Sensor tersebut bekerja bersama prosesor gambar DIGIC 6 Plus. Perannya mencakup pemrosesan warna, pengurangan gangguan gambar, pembacaan data sensor, pengoperasian sistem pengukuran cahaya, serta penyimpanan hasil pemotretan.
Kombinasi sensor dan prosesor memberi rentang ISO standar 100 hingga 32000. Rentang tersebut dapat diperluas setara ISO 50 hingga 102400 apabila kondisi pemotretan mengharuskan pengguna mencari sensitivitas yang lebih rendah atau lebih tinggi.
Dalam cahaya yang cukup, kamera mampu merekam tekstur halus dengan warna yang mudah disesuaikan. Ketika cahaya berkurang, pengguna masih memiliki ruang untuk menaikkan ISO tanpa harus selalu menggunakan lampu kilat.
ISO tinggi dapat membantu fotografer pernikahan mempertahankan suasana ruangan, membantu jurnalis menangkap kejadian malam, serta memungkinkan fotografer pertunjukan memakai kecepatan rana yang cukup untuk membekukan gerakan. Hasil akhirnya tetap dipengaruhi oleh ketepatan pencahayaan, kualitas lensa, dan ukuran foto yang akan digunakan.
Sistem Fokus 61 Titik Dibuat untuk Subjek yang Aktif
Canon membekali EOS 5D Mark IV dengan sistem 61 titik fokus, termasuk 41 titik bertipe silang. Area fokus vertikalnya dibuat lebih luas dibandingkan EOS 5D Mark III, sementara titik tengah mampu bekerja dalam pencahayaan rendah hingga sekitar EV minus 3.
Dukungan fokus pada bukaan efektif f/8 juga membantu ketika fotografer memakai kombinasi lensa telefoto dan extender yang sesuai. Jumlah titik fokus serta titik silang yang tersedia dapat berubah mengikuti lensa yang dipasangkan pada kamera.
Susunan titik tersebut berguna ketika memotret upacara pernikahan, pertunjukan, kegiatan olahraga, satwa, dan peristiwa jurnalistik. Pengguna dapat memilih satu titik secara presisi, memperluas area di sekitar titik utama, atau memakai kelompok titik sesuai gerakan subjek.
Mode AI Servo membuat kamera terus menyesuaikan fokus saat jarak subjek berubah. Kemampuan ini diperlukan ketika seseorang berjalan mendekati fotografer, pemain bergerak melintasi lapangan, atau satwa berpindah dengan arah yang sulit diperkirakan.
Ketepatan sistem fokus tetap memerlukan pengaturan yang sesuai. Kecepatan respons, perpindahan titik, karakter pelacakan, serta pilihan area perlu disesuaikan dengan gerakan subjek. Fotografer yang memahami pengaturan tersebut dapat memperoleh hasil lebih konsisten dibandingkan pengguna yang hanya membiarkan kamera memilih seluruh area secara otomatis.
Dual Pixel CMOS AF Mempermudah Live View dan Video
Saat pemotretan dilakukan melalui layar belakang, EOS 5D Mark IV menggunakan Dual Pixel CMOS AF. Teknologi ini memungkinkan pencarian dan perubahan fokus berlangsung lebih halus dibandingkan sistem deteksi kontras lama.
Canon juga menyediakan pemilihan area fokus melalui layar sentuh. Pengguna dapat menentukan objek yang ingin dibuat tajam hanya dengan menyentuh bagian tertentu pada tampilan.
Fitur tersebut berguna untuk video, foto produk, pengambilan gambar dari tripod, serta komposisi pada posisi yang sulit dilihat melalui jendela bidik. Perpindahan fokus antara wajah dan objek dapat dilakukan secara lebih lembut sehingga perubahan titik tajam tidak terasa terlalu kasar.
Dual Pixel CMOS AF juga membantu fotografer yang ingin memeriksa fokus secara langsung pada layar. Tampilan dapat diperbesar sebelum tombol rana ditekan, terutama ketika kamera digunakan untuk foto benda kecil, makanan, produk komersial, dan karya seni.
Meski layar EOS 5D Mark IV tidak dapat diputar, respons sentuhnya membantu mengurangi beberapa langkah ketika memilih fokus, mengubah menu, memperbesar foto, atau meninjau hasil pemotretan.
Kecepatan Tujuh Foto per Detik Cukup untuk Banyak Pekerjaan
EOS 5D Mark IV mampu melakukan pemotretan beruntun hingga sekitar tujuh foto per detik dalam kondisi yang memenuhi ketentuan Canon. Kecepatan tersebut tidak dirancang untuk menandingi kamera olahraga kelas tertinggi, tetapi cukup untuk menangkap rangkaian ekspresi, gerakan pengantin, aktivitas panggung, burung berukuran besar, serta kejadian cepat dalam peliputan.
Kemampuan tujuh foto per detik memberi fotografer beberapa pilihan gambar dari satu rangkaian kejadian. Pada foto pernikahan, perubahan ekspresi dapat terjadi dalam waktu singkat. Dalam peliputan olahraga, posisi bola, tangan, dan wajah pemain juga dapat berubah di antara satu foto dan foto berikutnya.
Kamera turut memakai sensor pengukuran cahaya RGB plus inframerah sekitar 150000 piksel. Komponen ini membantu pengukuran pencahayaan, pengenalan wajah, pendeteksian subjek, dan pengendalian cahaya yang berkedip.
Pada ruang dengan jenis lampu tertentu, fitur antikedip dapat membantu menjaga pencahayaan dan warna antarfoto tetap lebih seragam. Kecepatan pemotretan beruntun dapat sedikit turun ketika fitur tersebut diaktifkan, tetapi konsistensi hasil sering lebih dibutuhkan daripada jumlah foto yang lebih banyak.
Video 4K Memberi Pilihan untuk Produksi Visual
Kemampuan video EOS 5D Mark IV mencakup DCI 4K beresolusi 4096 x 2160 hingga 30p atau 24p. Kamera juga merekam Full HD hingga 60p dan HD hingga 120p untuk menghasilkan gerakan lambat.
Pengguna dapat mengambil satu bingkai dari rekaman 4K menjadi foto JPEG beresolusi sekitar 8,8 megapiksel. Fasilitas ini dapat membantu ketika fotografer membutuhkan satu momen tertentu dari rangkaian gerakan yang sangat cepat. Canon menjelaskan bahwa kualitas bingkai hasil ekstraksi video tidak sama dengan foto yang diambil melalui mode fotografi biasa.
Perekaman 4K memakai format Motion JPEG yang menghasilkan berkas besar dan membutuhkan kartu memori cepat. Canon mencantumkan kebutuhan kecepatan tulis sekitar 100 MB per detik untuk CF UDMA 7 atau 90 MB per detik untuk SD UHS I saat merekam 4K.
Kebutuhan penyimpanan tersebut perlu diperhitungkan sebelum produksi dimulai. Pengguna mungkin harus menyediakan beberapa kartu berkapasitas besar serta ruang penyimpanan komputer yang memadai. Proses pemindahan berkas juga dapat memakan waktu lebih panjang dibandingkan format video dengan kompresi lebih efisien.
Dukungan Canon Log tersedia pada versi tertentu atau melalui peningkatan layanan. Fitur ini ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan rentang pengolahan warna lebih luas. Hasilnya akan lebih berguna ketika pengambilan gambar dilakukan dengan pencahayaan terukur dan pewarnaan dikerjakan secara serius.
Dual Pixel RAW Memberi Koreksi Tambahan Setelah Pemotretan
EOS 5D Mark IV membawa fitur Dual Pixel RAW, yaitu format yang menyimpan informasi tambahan dari struktur piksel ganda pada sensor. Melalui perangkat lunak Digital Photo Professional, pengguna dapat melakukan penyesuaian mikro pada gambar, menggeser karakter area buram, atau membantu mengurangi bayangan ganda dan pantulan tertentu.
Fitur tersebut bukan pengganti fokus yang akurat saat pemotretan. Ruang koreksinya terbatas dan ukuran berkas menjadi lebih besar. Kecepatan pemotretan beruntun juga dapat turun ketika Dual Pixel RAW diaktifkan.
Kegunaannya lebih terasa pada foto potret, produk, atau gambar komersial yang dibuat secara terencana. Fotografer dapat memanfaatkan informasi tambahan untuk melakukan penyempurnaan kecil setelah sesi selesai.
Dual Pixel RAW kurang cocok digunakan untuk seluruh pekerjaan karena memerlukan penyimpanan lebih besar dan proses pengolahan khusus. Pengguna sebaiknya mengaktifkannya hanya ketika memang membutuhkan ruang koreksi tambahan.
Bodi Kokoh dengan Kendali yang Mudah Dikenali
Bodi EOS 5D Mark IV mempertahankan susunan kendali khas DSLR profesional Canon. Pegangannya besar, tombol utama mudah dijangkau, dan layar informasi di bagian atas memudahkan pemeriksaan pengaturan tanpa membuka layar belakang.
Bobot bodinya sekitar 800 gram. Setelah dipasangkan dengan baterai, kartu CF, dan kartu SD, beratnya berada di kisaran 890 gram. Dimensi bodinya sekitar 150,7 x 116,4 x 75,9 milimeter.
Ukuran tersebut membuat kamera terasa mantap ketika dipasangkan dengan lensa seri L yang besar. Distribusi berat antara bodi dan lensa membantu fotografer menjaga posisi tangan selama pemotretan.
Namun, pengguna yang terbiasa dengan kamera mirrorless ringan perlu memperhitungkan beban tas. Bobot akan bertambah ketika fotografer membawa dua bodi, beberapa lensa, lampu kilat, pengisi daya, dan baterai cadangan.
“Bodi yang berat dapat terasa melelahkan, tetapi keseimbangan kamera dan lensa sering memberi rasa aman ketika pemotretan berlangsung berjam jam.”
Jendela bidik optiknya mencakup sekitar 100 persen area gambar dengan pembesaran sekitar 0,71 kali. Fotografer dapat melihat subjek secara langsung tanpa jeda tampilan elektronik, sebuah karakter yang masih disukai dalam peliputan cepat dan penggunaan panjang.
Layar Sentuh Tajam tetapi Tidak Bisa Diputar
Layar belakang EOS 5D Mark IV berukuran 3,2 inci dengan resolusi sekitar 1,62 juta titik. Cakupan tampilannya berada di kisaran 100 persen dengan sudut pandang sekitar 170 derajat secara vertikal dan horizontal.
Permukaannya mendukung sentuhan untuk memilih menu, menentukan fokus, memperbesar foto, serta meninjau detail. Lapisan antinoda dan antipantulan membantu ketika kamera digunakan di luar ruang atau berada di bawah sumber cahaya kuat.
Keterbatasannya terletak pada desain layar tetap. Pengguna tidak dapat memiringkan layar ke atas, ke bawah, atau menghadap ke depan. Ketika mengambil gambar dari posisi sangat rendah atau tinggi, fotografer perlu menyesuaikan posisi tubuh atau menggunakan layar pemantau eksternal.
Kekurangan tersebut cukup terasa untuk perekaman video mandiri, pembuatan vlog, serta produksi yang membutuhkan sudut kamera tidak biasa. Untuk fotografi melalui jendela bidik, layar tetap bukan persoalan besar karena sebagian besar pengaturan dapat dilakukan melalui tombol fisik.
Dua Slot Kartu Menambah Keamanan Penyimpanan
Kamera menyediakan dua slot kartu, yaitu CompactFlash Type I dengan dukungan UDMA Mode 7 serta SD, SDHC, dan SDXC dengan dukungan UHS I. Canon menegaskan bahwa kartu CFast dan UHS II tidak didukung.
Pengguna dapat mengatur penyimpanan secara berurutan, memisahkan format RAW dan JPEG, atau merekam salinan ke dua kartu. Pengaturan salinan sangat penting untuk pekerjaan berbayar karena setiap foto langsung disimpan pada dua media.
Apabila salah satu kartu mengalami gangguan, fotografer masih memiliki salinan pada kartu lainnya. Sistem tersebut memberi perlindungan tambahan saat menangani pernikahan, acara perusahaan, dokumentasi pemerintahan, atau pemotretan lain yang tidak dapat diulang.
Perbedaan jenis kartu juga perlu diperhatikan. Fotografer harus membawa pembaca kartu yang mendukung CF dan SD. Kecepatan kedua kartu sebaiknya dibuat seimbang agar proses penyimpanan tidak terhambat oleh salah satu media yang lebih lambat.
Wi Fi, NFC, dan GPS Membantu Pekerjaan Lapangan
EOS 5D Mark IV dilengkapi Wi Fi, NFC, dan GPS terintegrasi. Wi Fi memungkinkan kamera terhubung dengan telepon pintar, tablet, atau komputer. Kamera juga dapat dikendalikan dari jarak tertentu melalui aplikasi Canon Camera Connect pada perangkat yang kompatibel.
Fungsi pengendalian jarak jauh berguna untuk pemotretan kelompok, foto produk, dokumentasi satwa, serta penempatan kamera pada posisi yang sulit dijangkau. Pengguna dapat memeriksa tampilan, mengatur fokus, dan mengambil foto tanpa harus selalu menyentuh bodi.
GPS dapat menambahkan informasi lokasi pada gambar serta membantu menjaga ketepatan jam internal kamera. Data tersebut berguna bagi fotografer perjalanan, jurnalis, peneliti lapangan, dan pekerja dokumentasi yang perlu mengetahui lokasi setiap pengambilan gambar.
Baterai LP E6N mampu menghasilkan sekitar 900 pemotretan melalui jendela bidik pada suhu 23 derajat Celsius menurut pengujian Canon. Pemotretan melalui Live View berada di kisaran 300 foto. Battery grip BG E20 dapat menampung dua baterai untuk mendukung sesi lebih panjang.
Pilihan Lensa EF Menjadi Salah Satu Nilai Terbesarnya
EOS 5D Mark IV memakai dudukan Canon EF dan tidak menerima lensa EF S maupun EF M. Sistem EF menyediakan pilihan lensa yang luas, mulai dari sudut lebar, lensa standar, makro, telefoto, hingga lensa berbukaan besar.
Fotografer yang telah memiliki koleksi lensa EF dapat menggunakan EOS 5D Mark IV tanpa adaptor. Hubungan langsung antara bodi dan lensa menjaga pengoperasian fokus, pengaturan bukaan, stabilisasi optik, serta informasi jarak berjalan sesuai rancangan awal.
Ketersediaan lensa bekas juga membuat pengguna memiliki banyak pilihan sesuai kebutuhan dan anggaran. Meski begitu, kondisi motor fokus, elemen optik, lapisan lensa, stabilisasi, dan karet perlu diperiksa sebelum transaksi.
Pemilihan lensa tetap harus mengikuti bidang fotografi yang dijalankan. Lensa untuk pernikahan belum tentu ideal untuk satwa, sedangkan lensa lanskap tidak selalu sesuai bagi olahraga dalam ruangan.
Keterbatasan yang Perlu Dihitung Sebelum Membeli
Sebagai kamera yang lahir pada 2016, EOS 5D Mark IV tidak memiliki sejumlah fasilitas yang kini umum ditemukan pada mirrorless terbaru. Kamera ini tidak membawa stabilisasi sensor, layar putar, pelacakan subjek berbasis pembelajaran mesin, atau pemotretan beruntun dengan kecepatan sangat tinggi.
Video 4K menghasilkan berkas besar dan menuntut kartu cepat. Bodi kamera juga cukup berat ketika dipasangkan dengan lensa full frame profesional. Pengguna yang sering bepergian perlu memperhitungkan beban keseluruhan peralatan.
Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak otomatis mengurangi kemampuannya sebagai alat kerja fotografi. Sensor 30,4 megapiksel, fokus 61 titik, baterai panjang, jendela bidik optik, dua slot kartu, dan pilihan lensa EF tetap berguna bagi pengguna yang mengutamakan foto serta memahami sistem DSLR.
Calon pembeli unit bekas perlu memeriksa jumlah kerja rana, kondisi karet bodi, fungsi setiap tombol, kebersihan sensor, ketepatan fokus, slot kartu, sambungan USB dan HDMI, layar sentuh, Wi Fi, GPS, serta kondisi baterai.
Riwayat penggunaan juga penting, terutama untuk unit yang pernah dipakai secara intensif pada acara, studio, atau peliputan luar ruang. Pemeriksaan menggunakan lensa yang sudah diketahui kondisinya akan membantu membedakan gangguan pada bodi dan gangguan pada lensa.






